04.24.08
SEUNTAI MAAF BUAT KARTINI KU
Tanggal 21 april sepertinya sangat membahagiakan kaum wanita Indonesia, karena pada tanggal itu diperingati hari Kartini, putri Indonesia yang begitu besar jasanya bagi kaum perempuan. Aku pun sangat mengagumi perjuangan Kartini untuk wanita – wanita di Negri ini, tapi bagi ku ada Kartini lain yang sangat amat ku kagumi dan ku sayangi,tak pernah ada ungkapan yang bisa menggambarkan kasih ku padanya, aku tak pernah bisa ada di dunia ini dan seperti saat ini tanpa kasih dan sayangnya, tanpakelembutan jiwa dan kesabaran hatinya. Dialah Kartini sejatiku BUNDA TERSAYANG.Itu untaian kasihku padanya, tapi ku yakin kasihnya padaku melebihi apa pun di dunia ini, aku percaya tak ada satu orang pun yang bisa menandingi cintanya pada ku. Sayangnya aku begitu lupa akan semua itu, aku lupa akan cinta dan kepercayaan pada Bundaku. Dua minggu yang lalu aku menggoreskan luka di hati Kartiniku.
Aku adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Adikku yang kedua laki – laki duduk dibangku kelas 3 SMU saat ini lagi ujian ( moga dia berhasil amin ), sedangkan adik ku yang bungsu perempuan masih duduk di kelas 3 SD. Sebagai anak sulung perempuan yang sudah cukup dewasa tentunya Bunda menginginkan aku mandiri, membantu pekerjaannya di rumah, bisa mengatasi masalah – masalah dengan dewasa dan menjadi orang yang sukses. Sebagai anak aku juga menginginkan semua itu, tapi cara berfikir kami mulai berbeda, mungkin itu wajar dalam kehidupan, perbedaan pendapat selisih paham dengan Bunda sendiri pasti bisa terjadi oleh sapa saja. Kedewasaan yang kumiliki membuatku merasa berbuat dengan fikiran ku, tapi justru inilah awal konflik itu. Banyak hal – hal yang ku lakukan dan menurutku benar tapi salah dimata Bunda. Puncaknya 7 April 2008 saat tanpa sengaja aku menjawab kata – kata Bunda dengan kasar, ku sadari itu salah tapi keegoanku membuatku lupa bahwa kata – kataku menyakiti Bunda. Sejak hari itu Bunda tak mau menegurku, dia terlihat sangat sakit hati dengan jawabanku. Dunia gerakku dirumah terasa sempit, kami sering berpapasan entah di dapur, kamar mandi, ruang tengahbahkan di tiap sudut rumah. Tak ada yang tau perang dingin ( pinjam istilah dari sejarah nich ) kami. Amarah dan ke egoanku bahkan memaksaku untuk tidak makan masakan Bunda.
Setelah tiga hari perang dingin antara aku dan bunda, ternyata Allah mengingatkan ku, bahwa aku sudah menyakiti hati Bundaku Kartini sejatiku. Banyak hal – hal buruk menimpaku. Nilai kuliahku mengalami penurunan drastis, aku juga menajadi sensitif dengan sekitarku. Hati ku mulai merasa perih orang yang sangat ku butuhkan selama hidupku, tiba – tiba mengabaikanku, bahkan tak mau memandangku….sedih………banget……
Aku bingung harus bagaimana, ingin minta maaf mau mulai dari mana, ingin menyapa duluan takut di cuekin…mau minta tolong Papah takut..akhirnya ku putusi untuk kirim sms dengan isi :
BUNDAKU TERSAYANG
KASIHKU PADAMU
LAKSANA SETITIK AIR DI GURUN PASIR
KASIHMU PADAKU
LAKSANA AIR LAUT YANG TAK PERNAH KERING
BUNDAKU TERCINTA
SAAT LUKA DAN PERIH MENYAYAT BATINKU
AKU MELIHAT LUKA DAN PERIH ITU KAU RASAKAN
SAAT AIR MATAKU MENETES
AKU MELIHAT KESUCIAN DOA DAN CINTAMU
DALAM MENGHAPUS AIR MATAKU
BUNDAKU TERKASIH
BEGITU BESAR CINTA DAN PENGORBANANMU PADAKU
BETAPA NESTAPANYA DIRIKU
SAAT AKU TAU KAU MENANGIS UNTUKKU
KAU MENANGIS KARENA KHILAFKU
KAU MENANGIS KARENA MENCINTAIKU
BUNDAKU
MAAFKAN AKU
MAAFKAN SALAH DAN DOSAKU
AKU TELAH MEMBUATMU MENANGIS
MAAFKAN ANAKMU
YANG TAK TAU DIRI INI
BUNDA DENGARKAN JANJI KU
TAKKAN KU BIARKAN LAGI AIR MATA MENGALIR DIMATAMU
TAK KAN KU TOREHKAN LAGI LUKA DIHATIMU
KARENA AKU MENCINTAIMU
MAAF KAN ANAKMU BUNDA
Dan alhamdulillah Bunda memaafkan ku, cinta dan kasihnya selalu memaafkan tiap khilafkum aku semakin tambah yakin Bunda sangat mencintai aku, adik – adik ku dan papah. Maafin aku Bunda, maafkan anakmu Kartini ku sudah membuatmu terluka. I LOVE MOM,,,,,,,,,,,,
YA ALLAH TOLONG JAGA DAN LINDUNGI ORANG TUA HAMBA
LIMPAHKAN LAH SELALU RAHMAD DAN KEBAHAGIANMU BUAT OERANG TUA HAMBA
AMIEN………….