06.12.08

ANTARA KEBERSIHAN SAMPAH DAN CITRA FKIP

Ditulis dalam Uncategorized pada 5:05 am oleh dinayulinda

Kebersihan sebagian dari pada iman, begitu ucapan Rasul kita Muhammad SAW yang selalu kita pegang. Tidak hanya islam, semua agama mengajarkan tentang perlunya kebersiahan dalam kehidupan. Berbicara tentang kebersihan kita pasti akan teringat dengan yang satu ini yaitu sampah, hal yang bisa jadi sumber permasalahan terutama saat kita hendak menegakkan kebersiahan di lingkungan kita.
Kebersihan merupakan hal yang mutlak dalam kehidupan manusia, terlepas dari bagaimana seseorang memandang arti kebersihan itu sendiri. Di mana saja dan kapan saja layaknya kebersihan harus selalu di tegakkan, tak terkecuali di FKIP Unlam. Sebagai sebuah sarana pendidikan, FKIP di tuntut mampu membuat citra diri sebagai tempat yang bersih dan bebas sampah. Karena tak bisa di tolak kebersihan ataupun sampah yang berserakan di tempat “ menimba ” ilmu sangat mempengaruhi kenyamanan dalam proses belajar – mengajar. Bayangkan saja, apakah kita bisa konsentrasi penuh dalam belajar apabila ruangan tempat kita belajar penuh dengan kulit permen, wadah sisa makanan ataupun minuman, saya yakin pasti tidak akan betah. Orang Bijak mengatakan jika ingin menilai seseorang lihatlah dari kebersihan tempat – tempat dalam hidupnya. Lalu bagaimana pandangan orang seandainya melihat kita dari lingkungan kampus yang banyak melahirkan tenaga dalam bidang pendidikan tersebut ? , bagaimana dengan kebersihan dan sampah yang ada di FKIP ?, siapa yang patut di mintai pertanggung jawaban mengenai kebersihan di FKIP dan bagaimana dengan kesadaran orang – orang yang ada di FKIP ?
Dalam kehidupan ketika kita membahas kebersihan sepertinya itu sesuatu yang mutlak, sama dengan kemutlakan kita dalam menghentikan sampah yang berada di tempat yang tidak seharusnya iya berada. FKIP merupakan salah satu fakultas yang luas dan memiliki jumlah mahasiswa terbanyak di bandingkan dengan fakultas – fakultas lain di Unlam. Sebagai tempat belajarnya para calon guru maka keharusan bagi pihak FKIP memberi citra yang baik pada masyarakat, termasuk mengenai kebersihan lingkungan. Kebersihan di fkip sepatutnya di jaga oleh seluruh pihak.
Sejak berada di jenjang pendidikan paling dini di masa kita yaitu TK kita di ajarkan tentang bagaimana menjaga kebersihan, salah satunya dengan membuang sampah pada tempatnya. Lalu lihatlah FKIP kita sepertinya banyak orang di fkip lupa dengan ajaran tersebut. Hal ini dapat terlihat nyata oleh kita, banyaknya sampah yang berserakan dimana – mana. Tentunya hal ini sangat tak pantas terjadi di sebuah sarana pendidikan. Tapi, itulah kenyataan yang terjadi sekarang. Melihat fakta ini sangat tidah adil kalau kita hanya bisa “ memvonis ” petugas kebersihan yang lalai dalam menjalankan tugasnya, karena kita semua dapat menyaksikan sendiri tiap pagi dan sore setelah selesai perkuliahan petugas kebersihan menjalankan tugasnya dengan baik. Sekarang tergantung bagaimana kita ikut memelihara kebersihan tersebut. Tak jarang kita sendiri yang lengah dan tanpa sadar mmembuang sampah tidak pada tempatnya. Namun, bukan mahasiswa namanya kalau tidak pandai mencari alasan banyak alasan yang di lontarkannya. Misalnya, jauh dengan tempat sampah, atau menyalahkan kucing yang ikut serta mengobrak – abrik tempat sampah hingga sampah berhamburan dimana – mana. Masa selalu menyalahkan kucing, kucing tetaplah kucing dan kita manusia jangan hanya bisa menyalahkan kucing, tetapi berusahalah agar tidak seperti kucing yang membuang sampah tidak di tempatnya.
Rasanya tidak bijak kalau kita terus – menerus mencari “ kambing hitam ” yang ingi disalahkan, karena kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Pihak fakultas mencoba menangani masalah ini dengan meletakkan bak sampah di tiap sudut kampus, tapi ternyata hal itu tak cukup, penempatan bak sampah di tiap ruang kelas juga dirasa sangat membantu melihat banyaknya sampah yang juga berserakan di dalam ruang kelas. Selain itu, fakultas juga seharusnya menambahkan jumlah tenaga kebersihan di fkip yang tidak hanya bekerja pagi sore tapi bisa bekerja kapan saja.
Di atas semua hal yang saya sebutkan, ada baiknya kita semua pihak yang ada di fkip terlibat dan lebih peduli dengan kebersihan lingkungan di fkip. Dengan menjalankan gerakan membuang sampah pada tempatnya. Hal ini dilakukan dengan, tidak membuang wadah ataupun sisa makanan di sembarang tempat, berusahalah mencari tempat sampah kalau belum ketemu simpan saja dulu ke kantong atau tas. Dermawan lah sedikit dalam hal ini, apabila berjalan dan menemukan sampah yang berserakan tidak pada tempatnya jangan di cuekin pungut dan buang lah sampah itu ke tempatnya, walaupun sampah tersebut bukan bekas kita tapi kerelaan kita melakukannya anggap saja sebagai jihad dalam menegakkan kebersihan dan yang paling penting disiplin pada diri sendiri agar tidak membuang sampah sembarangan. Semua ini penting kita lakukan tidak hanya bagi kesehatan ataupun keindahan lingkungan kita, tapi juga citra fakultas yang kita pertaruhkan, tentu sangatlah tak bangga kalau sampai fakultas kita di nobatkan sebagai fakultas terkotor dengan jumlah sampah yang berserakan terbanyak. Demi menjaga citra baik fakultas kita di harapkan tiap orang yang ada di fkip sadar akan pentingnya kebersihan dan ikut serta dalam menjaganya

1 Komentar »

  1. Septha berkata,

    Yach jika ingin kampus FKIP kita bersih apa salahnya kalo kita yang memuli untuk membersihknnya, tanpa harus menunggu orang lain. Khan kebersihan ga bisa nunggu, hehe


Tinggalkan sebuah Komentar