12.06.08
Ada Apa Denganmu Sasirangan?
Beberapa tahun terakhir pemerintah sangat keras mengumandangkan himbauan agar kita mencintai budaya sendiri. Hal ini tak terlepas dari upaya menghindari “ hobby “ tetangga sebelah mengakui kebudayaan kita. Selain itu hal ini sebagai usaha memberantas kebudayaan kita yang banyak di bajak oleh bangsa lain.
Kal – Sel sebagai bagian dari Indonesia juga “ melahirkan ” banyak kebudayaan salah satunya kain Sasirangan yang patut dilestarikan, agar tidak ikut di bajak atau parahnya di akui oleh bangsa lain. Saya rasa seluruh warga Kal – Sel sudah taka sing lagi dengan kain tersebut, himbauan pemerintah agar kita membudayakan budaya sendiri memang menaikkan sedikit “ pamor ” sasirangan. Namun, dibandingkan dengan batik sasirangan seperti ketinggalan kereta kepopuleran. Banyak anak – anak muda Banua bangga mengenakan batik sebagai cerminan rasa cinta pada produk dalam negri, tapi sedikit sekali anak muda Banua yang mau menggunakan sasirangan sebagai pakaian “ kemana saja ” layaknya batik. Ada apa denganmu sasirangan ?, apakah kain asli Kal – Sel ini tak pantas dikenakan untuk jalan – jalan atau nongkrong para generasi penerus bangsa ataukah kain ini hanya dikhususkan bagi orang tua dengan acara resmi saja, lalu bagaimana usaha kita sebagai generasi penerus yang bertanggung jawab pada kelangsungan kain sasirangan ?? Baca entri selengkapnya »