12.06.08

Ada Apa Denganmu Sasirangan?

Ditulis dalam Uncategorized pada 8:55 am oleh dinayulinda

Beberapa tahun terakhir pemerintah sangat keras mengumandangkan himbauan agar kita mencintai budaya sendiri. Hal ini tak terlepas dari upaya menghindari “ hobby “ tetangga sebelah mengakui kebudayaan kita. Selain itu hal ini sebagai usaha memberantas kebudayaan kita yang banyak di bajak oleh bangsa lain.

Kal – Sel sebagai bagian dari Indonesia juga “ melahirkan ” banyak kebudayaan salah satunya kain Sasirangan yang patut dilestarikan, agar tidak ikut di bajak atau parahnya di akui oleh bangsa lain. Saya rasa seluruh warga Kal – Sel sudah taka sing lagi dengan kain tersebut, himbauan pemerintah agar kita membudayakan budaya sendiri memang menaikkan sedikit “ pamor ” sasirangan. Namun, dibandingkan dengan batik sasirangan seperti ketinggalan kereta kepopuleran. Banyak anak – anak muda Banua bangga mengenakan batik sebagai cerminan rasa cinta pada produk dalam negri, tapi sedikit sekali anak muda Banua yang mau menggunakan sasirangan sebagai pakaian “ kemana saja ” layaknya batik. Ada apa denganmu sasirangan ?, apakah kain asli Kal – Sel ini tak pantas dikenakan untuk jalan – jalan atau nongkrong para generasi penerus bangsa ataukah kain ini hanya dikhususkan bagi orang tua dengan acara resmi saja, lalu bagaimana usaha kita sebagai generasi penerus yang bertanggung jawab pada kelangsungan kain sasirangan ??

Sasirangan merupakan kain khas Kal – Sel. Menilik pada masa lampau dulunya sasirangan digunakan sebagai ikat kepala ( laung ) dan sabuk yang dipakai kaum laki – laki, serta sebagai selendang, kerudung, dan undat ( kemben ) bagi wanita, kain ini juga digunakan dalam upacara – upacara adat bahkan konon sebagai pengobatan orang sakit. Seiring berkembangnya zaman kain sasirangan pun mulai dikenakan dalam kegiatan sehari – hari. Terlebih gigihnya usaha pemerintah memajukan kebudayaan sendiri hingga instansi – instasi, kantor – kantor serta sekolah – sekolah di Kal – Sel umumnya menerapkan peraturan memakai kain sasirangan sekali dalam seminggu. Tak hanya itu, sebagai upaya pelestariannya sasirangan juga dibuat dalam berbagai rupa dan bentuk seperti baju kaos, pakaian shalat wanita ( mukena ), sarung bantal, tirai jendela, saputangan, tas, alas meja dan lain – lain.

Namun, usaha tersebut ternyata belum mampu menjadikan kain Sasirangan sebagai kain favorit orang banua khususnya para generasi penerus. Umumnya mereka lebih tertarik mengenakan pakaian pakaian – pakaian karya luar negri ataupun ketika mereka ingin disebut melestarikan budaya mereka lebih memilih batik yang lagi “ naik daun ”. Tanpa sadar bahwa kain sasirangan pun sangat menarik untuk dipakai. Kita tidak perlu menanamkan pemikiran bahwa sasirangan hanya layak dipakai orang tua untuk pergi ke acara – acara resmi, karena layaknya batik sasirangan juga berhak mendapat pengakuan dari para generasi penerus asalnya.

Tidak perlu takut ketika mengenakan sasirangan kita merasa ketinggalkan zaman, karena kita bisa memodifikasi sasirangan sesuai trend masa kini, jadi kita dapat berpenampilan modis tanpa meninggalkan budaya kain sendiri, kita sebagai penerus bangsa harus mau dan mampu membawa sasirangan keatas ketenaran layaknya batikyang saat ini digemari oleh seluruh masyarakat Indonesia tidak hanya orang Jawa. Mampu atau tidaknya sasirangan mengejar kesuksesan batik ada ditangan kita, jangan kita jadikan sasirangan hanya jadi ternd bagi ibu – ibu arisan atau bapak – bapak yang mau pergi ke undangan , jadikan sasirangan juga diminati para anak muda untuk jalan ke mall, nongkrong atau bahkan ditiap aktifitasnya. Ayo pemuda – pemudi Kal – Sel cintai Sasirangan dan jadikan sasirangan trend di wilayah sendiri.

4 Tanggapan »

  1. Ncep berkata,

    Siip dach. Tapi ente harus yang duluan ngetrenin sasirangan gimana? hehehe

    *** Ayuja, tunggui ja

  2. soulharmony berkata,

    register di kayuhbaimbai.org untuk bergabung bersama Komunitas Blogger KalSel. Mohon partisipasinya untuk ikut event Blogger Kalsel, info http://aruhblogger.com daftar di GATEHRING BLOGGER gratis.

    call me : 0852551534313/081952954056/7718393

    soul

  3. Postinganya ngak diapdet sih

  4. Rasyid berkata,

    Yup kt harus mencintai produk2 daerah sendiri….


Tinggalkan sebuah Komentar