04.24.08

komentar MK Antropologi

Ditulis dalam Uncategorized pada 2:18 am oleh dinayulinda

KOMENTAR INOVASI

10 April 2008

Di era global sekarang ini proses discoveri menuju inovention sudah menjadi hal yang lazim. Penemuan ataupun penggunaan barang yang berbau teknologi bukan hal yang sulit dijangkau. Seiring majunya zaman ide dan kreatifitas manusia makin meningkat. Contohnya saja, tempo dulu ibu kita membuat sambal ataupun menghaluskan makanan ( buah, bumbu dapur, sayur, dan lainnya ) menggunakan lesung ataupun cobek, dimasa sekarang ini keduanya seakan tak terdengar lagi keeksisannya tergantikan alat baru bernama Blender. Hampir semua ibu di kota maupun desa tau dan mempunyai blender dirumahnya. Bahkan tempat-tempat makan dipinggir jalan menggunakan Blender demi kelancaran perdagangannya, tak perlu lagi banyak energi untuk menghaluskan makanan semuanya tergantikan energi listrik. Dimasa sekarang Blender sangat popular, mungkin 10 tahun akan datang Blender sudah tak dipakai bahkan di pelosok sekalipun.
Contoh di atas, dapat menggambarkan perjalanan discovery menuju invention. Dijagat ini, akan terus terjadi pembaruan dan tiap orang berlomba-lomba menjadi yang termaju, tiap Negara berkejar-kejaran untuk mengeluarkan teknologi baru agar disebut Negara “ terhebat ” bahkan menjadi Raja Negara-negara di dunia.
Dan apa saja yang telah di buat Indonesia, jika tak mau jadi Negara yang terkebelakang yang hobynya mengimpor semua produk hasil karya Negara lain, saatnya kita bangkit , tinggalkan budaya malas, kembangkan fikiran agar kita bisa membuat inovasi bagi Negara lain, saatnya kita tampil, jangan terus-terusan berjalan di belakang.

 

KOMENTAR UNSUR – UNSUR KEBUDAYAA

24 April 2008

Saya sedikit kurang ngerti pada pembahasan bapa kali ini, Cuma tetap komentar dech, kalo ga nyambung harap maklum ae…hehe
Pada tiap kebudayaan di seantro dunia ini, pastilah memiliki unsur – unsur pendukungnya. Semua sudah jadi hukum mutlak suatu kebudayaan. Apabila ada kebudayaan tanpa unsur – unsur bisa jadi kebudayaan tersebut mati. Suatu kebudayaan hendaknya memiliki unsur – unsur tersendiri yang terdapat di masyarakat. Karena itu lah untuk bisa menjadikan kebudayaan kita unggul dan terdepan kita tidak harus “ menjiplak ” kebudayaan manapun, sangat simpel pelajari kebudayaan kita dan unsur – unsur pendukungnya, lalu jadikanlah salah satu unsur pendukung tersebut sebagai pendukung yang memajukan kebudayaan kita.

 

04.09.08

KOMENTAR ANTROPOLOGI

Ditulis dalam Uncategorized pada 5:40 am oleh dinayulinda

kOMENTAR Akulturasi 2 April 2008

Mengutip pernyataan Bapa bahwa akulturasi tidak bisa dihindari, selama manusia masih melakukan kontak.Akulturasi tidak akan pernah bisa lepas dari kehidupan manusia, di tiap kehidupan Akulturasi akan terus ada. Terutama dalam Negara berkembang seperti Indonesia. Unsur kebudayaan luar akan cepat masuk tiada henti dengan berbagai macam cara dan jenis kebudayaan. Saat ini semua kembali pada kita bagaimana menerima kebudayaan tersebut, di era global ini kita di tuntut lebih lihai menyaring kebudayaan yang cocok, sesuai, dan menguntungkan kita, terutama yang merujuk pada kemajuan Bangsa ini. Kemudian kebudayaan tersebut bisa berjalan bersama kebudayaan murni Bangsa kita.Karena, bagaimanapun bagusnya kebudayaan asing, tetap saja kita tidak boleh lupa budaya sendiri karena dari sanalah kita lahir.

KOMENTAR Asimilasi 2 April 2008

Ketika kontak sosial menambah unsur kebudayaan baru bagi kebudayaan lama, disini sangat rawan konflik. Tiap kebudayaan ingin tetap lestari di masyarakat, dan sasarannya masyarakat akan bingung apakah kebudayaan tersebut dapat dicampur dengan apik dan menghasilkan sesuatu yang patut di acungi dua jempol??
Hadirlah Asimilasi…terlihat gampang tapi lumayan cukup sulit diterapkan, karena salah-salah akan ada kebudayaan yang hilang dan ada kebuyaan yang baru lebih dominan, dalam hal ini masyarakat di picu lebih lihai mengolah percampuran kebudayaan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.
kira-kira begitu lah…

 

KOMENTAR ANTROPOLOGI

Ditulis dalam Uncategorized pada 5:32 am oleh dinayulinda

penyebaran unsur kebudayaan ( 1 Maret 2008 )

Dari dulub sampai detik ini dunia terus berkembang, ada bagian yang berkembang pada arah kemajuan, ada pula yang bernasib “ malang “ berkembang kearah kemunduran, semua tidak lepas dari pengaruh budaya yang ada pada masyarakatnya. Begitu pula kebudayaan, unsur – unsurnya akan terus menyebar keberbagai pelosok dengan seribu satu cara. Jadi tidak perlu heran bagaimana gaya hidup orang Amerika bisa di praktekkan oleh orang asli Indonesia,jangankan ke Amerika letak Amerika di peta pun tidak tahu he…he…he…. Semuanya karena penyebaran unsur – unsur kebudayaan atau tidaknya kebudayaan tersebut di aplikasikan di Negara kita. Penyebaran unsur – unsur kebudayaan sekarang ini begitu mudah, tidak perlu memakai cara bangsa Eropa / Amerika datang dan menjajah bangsa ini seperti masa bangsa ini belum merdeka. Gampangnya masyarakat kita bisa melihat kebudayaan diluar bangsanya dari televisi (saya yakin 85 % orang Indonesia memilikinya…ga tau kalo lebih…). Kebudayaan itu dilihat kemudian diaplikasikan disini…akhirnya berkembanglah kebudayaan tersebut… Terlihat gampang kan…Padahal, untuk mempraktekkan kebudayaan lain diluar bangsa kita suatu hal yang lumayan rumit, semua berdasarkan pilihan apakah kita mau menjadi bangsa yang maju / mengalami kemunduran, disini kita harus lihai dalam memilih unsur – unsur budaya mana yang pantas untuk kita pakai ataupun kita buang, semuanya tergantung kelihaian kita memilih… ya kira – kira begitu ga pa ???.

komentar MK Antropologi (21 Maret 2008)

Ditulis dalam Uncategorized pada 5:24 am oleh dinayulinda

Penyebaran Unsur-Unsur Kebudayaan

Dari dulub sampai detik ini dunia terus berkembang, ada bagian yang berkembang pada arah kemajuan, ada pula yang bernasib “ malang “ berkembang kearah kemunduran, semua tidak lepas dari pengaruh budaya yang ada pada masyarakatnya. Begitu pula kebudayaan, unsur – unsurnya akan terus menyebar keberbagai pelosok dengan seribu satu cara. Jadi tidak perlu heran bagaimana gaya hidup orang Amerika bisa di praktekkan oleh orang asli Indonesia,jangankan ke Amerika letak Amerika di peta pun tidak tahu he…he…he…. Semuanya karena penyebaran unsur – unsur kebudayaan atau tidaknya kebudayaan tersebut di aplikasikan di Negara kita. Penyebaran unsur – unsur kebudayaan sekarang ini begitu mudah, tidak perlu memakai cara bangsa Eropa / Amerika datang dan menjajah bangsa ini seperti masa bangsa ini belum merdeka. Gampangnya masyarakat kita bisa melihat kebudayaan diluar bangsanya dari televisi (saya yakin 85 % orang Indonesia memilikinya…ga tau kalo lebih…). Kebudayaan itu dilihat kemudian diaplikasikan disini…akhirnya berkembanglah kebudayaan tersebut… Terlihat gampang kan…Padahal, untuk mempraktekkan kebudayaan lain diluar bangsa kita suatu hal yang lumayan rumit, semua berdasarkan pilihan apakah kita mau menjadi bangsa yang maju / mengalami kemunduran, disini kita harus lihai dalam memilih unsur – unsur budaya mana yang pantas untuk kita pakai ataupun kita buang, semuanya tergantung kelihaian kita memilih… ya kira – kira begitu ga pa ???.

03.10.08

KOMENTAR MK ANTROPOLOGI

Ditulis dalam Uncategorized pada 9:49 am oleh dinayulinda

Komentar MK. Antropologi : Kebudayaan Korupsi

            DINA YULINDA Feb 27th, 2008 at 10:12 am

Korupsi…..ogh…Korupsi…
Indonesia dan korupsi seakan dua hal yang sangat sulit dipisahkan, bahkan Indonesia dengan “ bangga “ bisa termasuk di jajaran papan atas Negara terkorup di dunia. Menjadikan masyarakat kita berbudaya anti korupsi seakan pungguk merindukan bulan. Bagaimana tidak, budaya curang dan sogok-menyogok sudah tertanam di diri kita sejak dini. Misalnya saja, banyak orang tua berlomba-lomba memasukkan anaknya bekerja di sebuah instansi demi gengsi ataupun atas nama masa depan yang terjamin, sang orang tua pun rela merogok kantong sedalam mungkin asal sang anak dapat pekerjaan tersebut, dan setelah bekerja sang anak pun seperti ingin ” balik modal “ dengan mau nerima sogokan dari orang lain, dan begitu seterusnya hingga budaya curang, sogok-menyogok, korupsi, sepertinya biasa di masyarakat kita, bahkan bagi sang pelaku bukan hal tabu untuk jadi topic pembicaraan. Jika untuk memperoleh pekerjaan yang mapan semua harus menyogok, lalu bagaimana nasib si Miskin, yang tak mampu menyogok, apakah mereka tak berhak mendapat pekerjaan yang yang mapan?? Bukankah persaingan otak lebih mulia dari pada persaingan siapa yang paling besar menyogok..Namun,itu lah yang terjadi pada masyarakat kita sekarang…tragis…..
Pemahaman saya, mengenai wujud kebudayaan singkatnya yang yaitu, kegiatan yang dilakukan manusia secara terus-menerus dalam masyarakat, buah dari pemikiran dan menimbulkan hasil. Seperti halnya korupsi, tindakan tersebut hasil pemikiran manusia, dan terus-menerus dilakukan hingga akhirnya jadi sebuah budaya di Indonesia tercinta ini. Bila kebudayaan pada masyarakat kita saja sudah seperti itu ( korupsi maksudnya ) bagaimana bangsa kita bisa maju. Merubah tradisi memang sangat sulit, tapi kalau tidak sekarang, kapan lagi kita memperbaiki bangsa kita dari budaya “ kotor” tersebut. Kita mempelajari antropologi, agar lebih memahami masyarakat kita termasuk budayanya, dan berusaha berbenah diri kearah yang lebih baik guna membangun kembali masyarakat Indonesia yang sudah mulai buruk di mata dunia.

  

Komentar MK. Antropologi ; Bangsa Pelaut Bangsa Saudagar

           DINA YULINDA Mar 3rd, 2008 at 1:18 pm

Menilik pada sejarah Bangsa ini, sebuah Bangsa yang kaya akan SDA hingga melancarkan usaha penduduknya untuk berdagang, karena itu lah dimasa lampau Bangsa ini melahirkan saudagar-saudagar besar. Bangsa ini memiliki banyak saudagar besar, dari situ terlihat jelas jiwa bangsa ini yaitu “ jiwa dagang “. Namun, sangat disayangkan hal ini tak terbaca oleh bangsa kita sendiri, padahal jika jiwa tersebut disatukan dengan SDA yang kita miliki, bukan hal yang sulit buat kita menjadi bangsa yang besar karena mempunyai banyak saudagar.
Kenyataan ini justru terbaca oleh bangsa asing, hal ini tak lain karena keberhasilan mereka mempelajari budaya dan kehidupan masyarakat kita. Itu lah faktanya.
Bercermin dari hal tersebut, sudah saatnya kita mempelajari kebudayaan dan masyarakat kita demi terbentuknya masyarakat kea rah yang lebih maju. Jika dimasa lampau Nusantara bisa jaya karena para saudagar local yang ada, tidak salahnya saat ini kita membangun bangsa dengan jiwa dagang yang dimiliki masyarakat kita dari dulu. Kita harus mensukseskan bangsa ini dengan para saudagar asli, bukannya menjadikan bangsa asing sebagai saudagar sukses di Negara kita.
Dengan itu, mari bersama-sama kita mempelajari budaya dan masyarakat kita demi kemajuan bangsa kita sendiri, dan agar SDA yang kita miliki bisa dimanfaatkan oleh bangsa sendiri dan demi kepentingan seluruh bangsa ini. Bukan Cuma kepentingan pribadi.

Komentar MK. Antropologi : Proses Belajar Kebudayaan

      DINA YULINDA Mar 5th, 2008 at 3:45 pm

Masyarakat dan kebudayaan adalah dua hal yang berhubungan erat, bahkan tak bisa terpisahkan karena keduanya saling ketergantungan. Kebudayaan dibangun oleh masyarakat, sedangkan masyarakat terbentuk karena hasil kebudayaan.
Misalnya saja, sejak lahir ke dunia manusia sudah diharuskan mengikuti bagian dari kebudayaan. Contohnya saat seorang anak lahir kedua orang tuanya dituntut oleh adat yang berlaku yaitu acara pemberian nama pada sang anak di sertai acara mendoakan anak agar sesuai harapan. Hal ini, tak pernah ada dalam undang-undang, tapi pada sebagian masyarakat apabila ada yang tak melaksanakan dianggap melanggar adat artinya melakukan penyimpangan kebudayaan yang sudah merekat pada masyarakat. Dari gambaran diatas tercermin seorang bayi yang baru lahir, tak paham ataupun mengerti tentang kebudayaanpun harus mengikuti unsur kebudayaan dimana dia dilahirkan, dan akan begitu seterusnya. Dari sini terlihat, manusia tak kan mampu lari dari kebudayaan, sebaliknya kebudayaan sangat membutuhkan manusia sebagai pelaku kebudayaan.
Antropologi disini sebagai ilmu yang mempelajari manusia (khusus) ataupun masyarakat (umum), secara tak langsung mempelajari kebudayaan yang ada di masyarakat tersebut, karena manusia atapun masyarakat takkan bisa dipisahkan dari kebudayaan. Sejak lahir sampai meninggal manusia akan terikat pada kebudayaan dan dituntut untuk terus belajar dan menjalankan kebudayaan yang ada pada masyarakatnya.

 Komentar MK. Antropologi : Kepribadian Pengantar Populer

 DINA YULINDA Mar 6th, 2008 at 4:42 pm

Setiap manusia dimuka bumi ini pasti memiliki kpribadian yang tentunya berbeda tiap manusia. Kpribadian sangat diperhitungkan dalam kehidupan. Bahkan kadang kpribadian inilah yang menentukan keberuntungan kita.
Misalnya, dalam mencari pekerjaan orang akan menilai layak atau tidaknya kpribadian kita bekerja di tempat mereka, demikian juga dengan even – even lainnya. Kpribadian sangat penting, tengoklah pada kontes – kontes kecantikan ataupun yang serupa meletakkan kpribadian yang baik sebagai salah satu syarat untuk pesertanya. Yach!!! begitulah teramat sangat penting kpribadian itu.
Setiap manusia mempunyai kpribadian jelas jawabannya “Iya” karena, hal ini menjadi pembeda manusia dengan binatang. Saya tidak setuju jika manusia disamakan dengan binatang dikarenakan manusia dengan binatang memang beda, ( liat saja b bentuk binatang tidak ada yang sama dengan manusia ).
Namun saya sependapat bila ada orang yang berkata, ada beberapa manusia yang berkpribadian seperti binatang. Lihat saja banyak orang mengambil yang bukan haknya, orangtua memperkosa anak sendiri dan saling membunuh, bukankah tindakan itu adalah tindakan yang dilakukan oleh binatang, manusia dikaruniai akal dan fikiran kenapa bisa melakukan hal seperti itu….Aneh juga sich….

***ha ha, siapa yang bilang sama euy … itu tadi, ada drive yang sama; contoh kalau lapar sama-sama pingin makan, tapi … manusia mikir dulu, gunakan rasanya … kalau binatang main embat saja. Kalau, manusia seperti kelakuan binatang ya main embat aja; akal dan budinya ngak berfungsi.
Tapi itulah kpribadian seseorang tidak ada yang bisa menentukan selain orang itu sendiri. Sekarang kpribadian kita ditentukan oleh diri sendiri apakah kita ingin dikenal sebagai manusia yang berkpribadian baik ataupun buruk semuanya kembali kepada kita sendiri.

12.10.07

ILMU ATAU NILAI KAH TUJUAN KITA ?

Ditulis dalam Uncategorized pada 5:48 am oleh dinayulinda

Di era global seperti sekarang ini pendidikan sudah menjadi kebutuhan utama, bukan hanya pendidikan di sekolah saja, tapi pendidikan di perguruan tinggi pun oleh banyak orang dirasa penting. Dengan fenomena ini menjadikan perguruan tinggi di Banjarmasin khususnya semakin berkembang dengan peminat yang tentu saja tiap tahunnya bertambah. Tapi apakah benar tujuan kita mengenyam pendidikan di perguruan tinggi untuk murni menambah ilmu yang kita miliki atau hanya suatu syarat bagi kita yang menginginkan gelar dibelakang nama untuk mempermudah memperoleh pekerjaan. Di benak saya selalu muncul pertanyaan besar itu, apa yang sebenarnya kita cari ilmu yang akan membuat hidup kita lebih bermanfaat ataukah nilai tinggi ditiap semesternya yang akan mempermudah dan mempercepat dalam memperoleh Gelar dibelakang nama kita yang tentu saja memberi kebanggaan tersendiri, selain tentunya mempermudah kita bersaing dalam dunia pekerjaan.
Tidak dapat dipungkiri di zaman global seperti sekarang in, nilai yang tinggi dalam Ijazah serta gelar seseorang menjadi sangat mahal harganya karena dua hal ini akan memudahkan seseorang memiliki kesuksesan materi dalam hidupnya. Lalu bagaimana dengan ilmu? haruskah ilmu bukan jadi alasan utama kita kekampus berjam-jam,mengorbankan waktu, tenaga dan tentu saja materi yang tidak sedikit. Apakah semua hanya demi sebuah nilai yang menghasilkan gelar semata.
Apa tujuan kita sebenarnya, Nilai atau Ilmu? itu lah fenomena yang di alami hampir semua mahasiswa diperguruan tinggi, tapi sedikit sekali orang yang paham dan sadar tentang fenomena ini. Bahkan saya pernah menyakan hal ini pada beberapa mahasiswa di sebuah perguruan tinggi tentang tujuan utama mereka kekampus, dan tanpa ragu sedikitpun mereka menjawab mencari nilai yang tinggi dan gelar dibelakang nama mereka sebagai syarat memperoleh pekerjaan yang mapan dimasa datang, jawaban itu tentu saja tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena diakui atau tidak banyak perusahaan dan instansi yang melihat seseorang dari gelar dan nilai yang dimiliki seseorang, tanpa melihat apakah nilai yang ada di Ijasah tersebut dapat mewakilkan ilmu yang dimiliki. Bisa saja nilai yang kita dapatkan bukan hasil dari kejujuran, karena tujuan utama kita memperoleh nilai tinggi bukan ilmu akan membawa kita pada tindakan yang mau melakukan apa saja demi nilai yang tinggi, hal ini akan berbeda saat kita mengubah niat kekampus dengan tujuan mendapatkan ilmu,melihat dan meletakkan nilai pada urutan kedua maka akan timbul pemikiran bahwa ilmu yang bermanfaat tidak hanya menghasilkan nilai tapi juga hal yang akan berguna di hidup kita mendatang dan semua itu memerlukan kejujuran.
Sebagai seorang mahasiswa saya tidak bisa “memvonis” begitu saja bahwa banyak sekali mahasiswa yang meletakkan nilai diatas segalanya. Tapi, inilah sebuah realita di kehidupan yang tidak bisa diingkari bahwa ilmu dan nilai serta sebuah gelar memang menjadi tujuan semua orang yang datang dan melanjutkan pendidikan pada sebuah perguruan tinggi. Kita juga tentunya tidak dapat mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, fenomena ini akan dapat terselesaikan apabila kita bersama mencari jalan keluarnya, agar seseorang yang melanjutkan studinya diperguruan tinggi bisa menempatkan ilmu pada urutan pertama. Tentunya Semua tergantung pada diri seseorang tersebut, dimana dia meletakkan ilmu dalam tujuan pendidikannya di perguruan tinggi, apakah ilmu akan jadi prioritas nomer satu atau justru nilailah yang berada diatas segalanya. Mari kita berkaca dan Tanya hati nurani kita, apakah tujuan utama kita kekampus ada pada nilai atau kita kekampus dengan niat ingin menuntut ilmu yang bermanfaat buat bekal kita baik di dunia maupun akhirat. Hanya kita sendiri yang mampu menjawabnya. Selain niat dari diri kita masing-masing pihak perguruan tinggi tersebut khususnya fakultas juga akan cukup berperan dalam tujuan utama mahasiswa belajar di kampus,pihak fakultas dapat memberi fasilitas senyaman mungkin bagi mahasiswa yang belajar, karena bisa jadi kenyamanan “mengenyam” pendidikan diperguruan tinggi kemungkinan dapat mengubah tujuan kita kekampus, misalnya saja proses perkuliahan tidak hanya terfokus dalam ruangan, bisa saja fakultas memberi fasilita perkuliahan diluar rungan contohnya saja di taman atau di lingkungan lain selain kampus, seperti yang dilakukan oleh sebuah fakultas di UI yaitu mengadakan perkuliahan seminggu sekali di sebuah café dan cara ini cukup efektif bisa mengurangi kejenuhan mahasiswa dalam belajar, serta dapat menambah minat mereka akan ilmu tersebut dan bisa membawa mereka pada tujuan utama belajar yaitu benar-benar ingin menambah ilmu yang kita miliki agar hidup kita bisa lebih berguna tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi Bangsa dan Negara kita.

Oleh ; Dina Yulinda
Mahasiswi FKIP Sejarah UNLAM

JADILAH WANITA YANG KUAT

Ditulis dalam Uncategorized pada 5:45 am oleh dinayulinda

Oleh : Dina yulinda
Mahasiswi FKIP Sejarah Unlam
Wanita adalah mahluk yang lemah dan harus dilindungi. Istilah tersebut seakan tak asing lagi bagi kita. Bahkan, karena istilah tersebut banyak pihak yang melihat wanita “ sebelah mata”, meski sekarang muncul tren baru yaitu adanya persamaan “gender” antara pria dan wanita yang “katanya” dapat memperluas gerak wanita dalam banyak hal.
Persamaan gender ini seakan menambah kekuatan wanita untuk berkarir ataupun berkarya, seperti yang diperjuangkan R.A Kartini yang “ngetop” dengan perjuangannya dalam mengangkat harkat dan martabat wanita Indonesia. Banyak wanita Indonesia yang sukses dalam berkarir diberbagai bidang termasuk dunia politik, bahkan Negara kita pernah dipimpin oleh seorang wanita, hal ini sungguh suatu cermin kemajuan wanita masa sekarang, yang tentu tak didapati oleh wanita dulu, karena wanita dulu cenderung hanya dianggap pelengkap kehidupan pria. Padahal, wanita diciptakan sebagai “sahabat setia’’ pria. Namun, benarkah wanita sekarang sudah sekuat seperti yang selalu diharapkan Kartini, lalu mengapa kadang masih banyak kita temukan wanita-wanita yang terpuruk dengan kelemahannya dan dibawah ketertindasan seperti pada zaman Jahiliyah yang memandang hina kodrat wanita??
Wanita diciptakan dengan segala kelembutan dan keindahannya. Wanita mempunyai “sejuta” kelebihan dalam dirinya yang tak dimiliki oleh pria. Wanita yang notabenya dikodratkan sebagai “teman hidup” pria, mempunyai karakter yang halus dan sensitive menjadikannya teman berbagi yang setia. Undang-undang pun memberikan perlindungan khusus pada wanita, sebuah hadis mengatakan “ wanita adalah tiang Negara, jika rusak maka Negara juga akan rusak, dan jika baik Negara juga menjadi baik”, bahkan dalam Kitab suci Al-qur’an terdapat surah An-Nisaa yang berisi segala hal tentang wanita. Dari sini kita bisa melihat betapa berharganya wanita baik dari sisi Agama ataupun Negara. Orang bijak pun selalu mengatakan, “Dibalik kesuksesan seorang pria,selalu ada campur tangan wanita yang hebat didalamnya” Dengan semua yang dimilikinya wanita menjadikan dunia berwarna. Tapi banyak wanita yang tak menyadari kelebihannya dan karena inilah akhirnya wanita jadi sosok yang lemah.
Dalam kehidupannya wanita memiliki kepekaan hati dalam tiap masalah yang dilaluinya Harusnya dengan kepekaan hati dan semua yang dimilikinya bisa jadi pegangan bagi wanita untuk terus kuat dan tegar dalam menjalani hidupnya. Sebagai wanita saya sadar, bahwa kadang wanita menjadikan beban tiap masalah yang dimilikinya, karena sensitifitas perasaan yang dimilikinya. Tapi disinilah “keunikan” yang dimilikinya, wanita cenderung lebih dulu berfikir dalam tiap langkah hidup yang akan diambilnya ,termasuk ketika dia harus berhadapan dengan masalah-masalah yang dimilikinya. Keunikan ini harusnya jadi kekuatan wanita, karena wanita dapat lebih kuat dengan semua kelebihannya. Jangan pernah jadi wanita yang terpuruk dan lemah hanya karena permasalahan hidup yang seakan menginginkan wanita jatuh dan lemah. Jadi wanita yang percaya dan yakin pada diri sendiri tentang kekuatan yang dimiliki wanita. Dengan itu semua akan mengantar kita menjadi wanita yang berprestasi dan memiliki kebahagiaan hidup seutuhnya.

09.28.07

PEDULI NASIB PEROKOK PASIF

Ditulis dalam Uncategorized pada 8:20 am oleh dinayulinda

Oleh: Dina Yulinda

Merokok dapat mengganggu kesehatan, hal ini tak dapat dipungkuri. Tapi mungkin tak banyak yang tau bahwa bahaya rokok tidak hanya mengancam si perokok itu sendiri, melainkan juga orang yang ada disekitarnya atau yang lebih dikenal dengan istilah “perokok pasif”. Nasib perokok pasif ini bagaikan peribahasa “Tidak makan nangka tapi kena getahnya”. Itulah realita yang terjadi dalam kehidupan kita “kemalangan” dari penyakit akibat rokok tidak hanya dapat diderita oleh perokok, bahkan orang yang “anti” rokok sekalipun dapat merasakan akibat dari rokok tersebut.
Rokok apabila dihisap menghasilkan dua jenis asap yaitu, asap utama dan asap sampingan. Asap utama adalah asap rokok yang terhisap langsung masuk ke paru-paru perokok lalu dihembuskan kembali, sedangkan asap sampingan adalah asap rokok yang dihasilkan oleh ujung rokok yang terbakar. Dan kita semua tau bahwa kedua jenis asap rokok tersebut tidak hanya “dinikmati” oleh si perokok aktif tapi juga perokok pasif. Berdasarkan penelitian Komite Nasional yang bergerak dalam penanganan masalah rokok, udara yang mengandung asap rokok dapat mengganggu kesehatan orang yang ada diruangan atau lingkungan terdekat. Hal ini dikarenakan asap rokok mengandung 4000 zat yang berbahaya, diantaranya “Tar” mengandung kimia beracun yang merusak sel paru-paru dan menyebabkan kanker, “Nikotin” zat perangsang kimia yang dapat merusak jantung, serta “Karbon monoksida (CO)” sebagai gas beracun yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen dan masih banyak lagi racun-racun yang dikandung asap rokok. Dapat dipastikan apabila kita berada diruangan yang mengandung asap rokok maka ketiga zat beracun tersebut memiliki “kesempatan’’ masuk ke paru-paru hingga kita pun memiliki resiko yang sama dengan perokok aktif, yaitu terserang penyakit kanker, paru-paru dan jantung koroner.
Sangat jelas bahwa asap rokok jadi ancaman kesehatan bagi siapa saja, namun sepertinya ancaman ini tidak begitu diperdulikan oleh banyak kalangan tak terkecuali si perokok aktif, hal ini terlihat dari sikap penggemar rokok yang kadang melakukan “aksinya” dimana saja,tanpa peduli tempat dan orang disekitarnya, bahkan banyak perokok aktif yang tetap merokok ditempat-tempat yang memiliki larangan merokok.
Menurut laporan Depkes RI tahun 2001 bahwa 70% penduduk Indonesia adalah perokok aktif, tentunya dengan perkembangan zaman dapat dipastikan peminat rokok di Indonesia makin bertambah, bahkan Indonesia berada diurutan kelima setelah RRC, Amerika Serikat, Jepang danRusia sebagai pengkonsumsi rokok terbesar di dunia. Bisa kita lihat dari banyaknya jumlah perokok aktif di Indonesia tentu banyak pula polusi asap rokok yang mereka hasilkan dan “ajak’’ ke berbagai tempat yang akan menambah kemalangan nasib si perokok pasif.
Kebijakan pemerintah tentang area bebas rokok seakan tak mampu menyelamatkan nasib perokok pasif melihat banyaknya jumlah perokok aktif yang ada. Seandainya saja pemerintah mau mengikuti jejak Negara-negara maju seperti di Jepang dan Korea yang ingin menyelamatkan nasib orang tak “bersalah” seperti perokok pasif dengan membangun kamar khusus rokok dimana kamar tersebut dilengkapi alat yang dapat menyedot asap rokok dengan cepat, kamar ini layaknya toilet yang di bangun di tempa-tempat umum dan dikhususkan bagi mereka yang memiliki “hasrat” merokok tanpa harus mengganggu kesehatan orang lain dengan asap rokoknya.
Memang diperlukan dana yang cukup besar untuk pembangunan kamar rokok ini, tapi pemerintah dapat menggunakan dana yang didapat dari pajak-pajak besar yang diperoleh dari perusahaan rokok yang ada di Indonesia. Bukankah kesehatan hal yang sangat berharga bagi manusia dan dapat mempengaruhi kemajuan suatu Negara. Apabila suatu Negara dihuni oleh orang-orang yang sehat, maka Negara tersebut akan mudah maju dan berkembang. Selain itu hal ini dapat menjadi bukti kepedulian pemerintah akan nasib para perokok pasif. Dengan adanya kamar rokok ini kita dapat menciptakan lingkungan dan udara yang bersih tanpa polusi asap rokok.

Hello world!

Ditulis dalam Uncategorized pada 8:14 am oleh dinayulinda

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Halaman sebelumnya